Feed on
Posts
Comments

Pada tanggal 25 Juli 2009 lalu secara resmi saya menjadi duta besar Blogger Ngalam untuk acara ” Seminar Nasional Electrical, Informatic, and It’s Education” yang bertempat di Universitas Negeri Malang.  Menurut susunan acara seharusnya acara dimulai pukul 09.00, tapi mengingat kita warga negara Indonesia yang terkenal lelet, maka acarapun dimulai jam 09.45. Adapun yang didapuk menjadi pembicara (dalam baliho) adalah Menkominfo M. Nuh dan pakar telematika KRMT Roy Suryo Notodiprojo, tetapi benar dugaan saya, Menkominfo tidak bisa hadir dan digantikan oleh Dr. Ir. Ari Santoso DEA (Kepala Pusat Data Depkominfo) yang membawakan makalah berjudul “Strategi Pengembangan IT dalam Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan” dengan moderator Dr. Muladi dan Notulen Ari Priharta, ST.  Dalam menjelaskan perihal topik ini Ir. Ari menjelaskan dari sisi undang-undang perihal konten dan informasi yang di dapat, sesekali mengambil contoh dari penerapan di lapangan. Seperti menyinggung Undang-Undang Pornografi dengan mengambil ilustrasi 35% pengguna pornografi dari jam 08.00-11.00 adalah dari pegawai institusi serta 70% akses pornografi dari jam 18.00-03.00 pagi.

Saya tergelitik ketika mendengarkan pemaparan perihal kasus Prita (jujur, hanya ada dua orang yang saya atensi penuh, yaitu Ir. Ari dan Roy Suryo) yang mengatakan bahwasannya Prita adalah korban UU ITE. Setelah mendengarkan statemen tersebut,  yang saya nanti selanjutnya adalah sesi tanya jawab.

Sayapun bertanya: “Pak Ari, kita tahu Prita merupakan korban dari UU ITE yang terkandung didalamnya pasal karet, sama seperti UU Subversif dulu, dan setelah saya membaca faksmilile surat dakwaan tyerhadap bu Prita, saya melihat adanya kejanggalan pasal ini, jika ini diterapkan penuh, maka ribuan orang akan masuk penjara karena ini merupakan pasal karet, pertanyaan saya adalah bagaimana Depkominfo dapat menjembatani pasal karet ini agar tidak menjerat setiap orang yang diindikasikan melanggar pasal ini? Jelaskan!

Pak Ari pun menjawab: “Mas Ardi, memang di dalam pasal tersebut mengandung unsur karet, saya rasa kesalahannya terletak pada jaksa yang salah dalam menerapkan undang-undang, karena dalam pasal tersebut kalau kita melihat kasusnya adalah dari sisi distribusinya, pertanyaanya adalah apakah sama distribusi elektronik dengan distribusi barang biasa, tentu tidak sama, memang saya akui ada unsur karet di dalamnya. Yang pertama harus dilakukan adalah sosialisasi, kami sendiri dari Depkominfo sudah, jaksa saja yang aparat hukum bisa salah dalam membaca sekian banyak pasal“.

Ok deh, setelah pembicara Ir. Ari selesai, maka pembicara selanjutnya adalah dari Direktur SEAMOLEC dengan tema “Long Distance Learning“. Saya tidak fokus dengan beberapa pembicara karena tuntutan alam mengharuskan saya untuk berulangkali ke kamar mandi (ACnya dingin bo’). Setelah itu oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang menjelaskan perihal “Peran Pemerintah Daerah Dalam Mendukung Proses Pendidikan“. Nah topik yang agak menarik bagi saya adalah mengenai “Aplikasi 3G untuk Dunia Pendidikan” oleh M. Arif Junaedi selaku Kepala Cabang PT. Indosat Malang. Karena perut lapar sayapun ngeloyor pergi sambil berusaha nyelimur menanti penampilan yang ditunggu-tunggu, yaitu “Sekuritas Digital” oleh KRMT Roy Suryo Notodiprojo. Karena ngantuk mendengar para pembicara yang bagi saya monoton, maka sayapun masuk ke ruang sidang senat untuk berbicara (wawancara) dengan mas Suryo, tetapi beliau bilang “nanti saja ya mas“, sayapun bilang “habis acara ya mas Suryo, bisa dong?” diapun menjawab “ok bisa” dengan dasi bergambar komputer yang dikenakannya ketika itu.

Daripada saya bolak-balik gak fokus sewaktu mendengarkan mas Suryo, sayapun segera bongkar muat barang di toilet agar tidak terpengaruh dingingnya AC, dan……akhirnya mas Suryo mulai menjelaskan. Mas Suryopun menjelaskan sejarah perkembangan teknologi informasi, bagaimana mengenali atau reka ulang wajah menggunakan face reconstruction dan face recognition. Mas Suryo pun mengklaim bahwa dirinya satu-satunya pembicara dari Indonesia yang pernah ada di Expert Meeting Palais des Nations yang diadakan oleh oleh PBB “Saya orang Indonesia yang pertama berbicara pada pleno yang diselenggarakan oleh PBB seperti itu”.  Dirinya juga menjelaskan perihal kemajuan teknologi seperti CCTV yang dapat mengenali wajah seseorang, terlebih dalam kasus bom Marriot “dulu bom bali tidak ada tekonologi CCTV” tandasnya. Dia juga menjelaskan perihal animasi dengan kemajuan teknologi dengan mengambil contoh film Titanic dan…oh maaf….tiba-tiba ada tulisan “Run Time Error 503″ rupanya mas Suryo lupa menginstall K-Lite Codecpacknya “Lah…sekarang malah hang toh, gitu aja kok repot” celetuknya. Selanjutnya dirinya juga menjelaskan perihal kegunaan listrik yang dapat digunakan sebagai telepon dalam sistem VOip.

Dia juga bercerita bagaimana dirinya dapat menemukan laptop dia yang hilang di dalam salah satu pesawat penerbangan swasta, dan bagaimana dia dapat mendesain rumah dengan animasi teknologi dan….rumah dia yang penuh dengan parabola, “diatas atmosfir kita banyak informasi yang bersifat free, maka kita boleh saja mengaksesnya, asalkan tidak yang diproteksi”. Soal Pritapun disinggung pula “Prita memang salah, karena bu Prita menjudge “Penipuan oleh RS Omni, karena nama dokter ditulis jelas dan mengarahkannya kepada 18 email, dua diantaranya email terbuka atau yang biasa disebut milis, kasus Prita ini akan berlanjut setelah 2010, karena hakim dalam putusannya salah: UU ITE belum berlaku,  hakim bingung dengan UU no. 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik”.  Dirinya juga sedang menganalisa dan meneliti perihal Proklamasi RI yang didasarkan dengan analisa berdasarkan “jatuhnya bayangan” atau biasa disebut “inklinasi matahari”.

Analisa terhadap beberapa kasus foto pornopun dia paparkan seperti biasa kita lihat di televisi, mas Suryo juga menjelaskan bagaimana mengidentifikasi waktu luka yang dibuat pada tubuh Manohara. “Melalui metadata kita dapat melihat kapan kejadian tersebut terjadi, kebetulan ahli forensik sudah memeriksanya, tetapi dengan tekonologi kita dapat mengetahuinya, walaupun saya tidak memeriksa langsung, meskipun saya dulu mengambil Magister of Public Health, gelar ini tidak pernah saya cantumkan kecuali dalam seminar” tambahnya.

Dan selanjutnyanya sayapun berfoto dengan mas Suryo ini:

foto bersama mas suryo di UM

foto bersama mas suryo di UM

Oh iya lupa…..blogger ngalam ikutan:

p1010144_resize

Wawancaranya……saya upload pada artikel selanjutnya saja ya……….(bersambung)

Sebenarnya saya sedang hiatus untuk nulis di Blog, berhubung yang laen sudah pada ngerepot hasil blogshop dan gathering kemaren, maka saya bangkit menyambut mereka. Jadi beginih, pada awalnya sebuah email nyasar ke mail sayah dari sandynata di milis Blogger Ngalam (Komunitas Blogger Kota Malang). Ketika membaca itu saya sedang mengurus pasport ke Australia yang saya batalkan (duh…gagal maning homestay…flu ibab sialan) agar tidak menjadi korban untuk meminum tamiflu. Rupanya postingan tersebut adalah pembicaraan sandy dengan seseorang yang bernama chika yang setelah menyaring junk anak-anak edyan di milis akhirnya di tarik benang merah (berasa di opera van java pake benang merah segala…..) berisi Blogshop Pesta Blogger 2009, OH MY GOD…..Malang menjadi tempat pertama dari blogshop itu.

Singkat cerita maka dengan kekuatan benwit dibawah rata-rata normal benwit manusiya indonesia, maka sayapun segera mencari inpoh. Dan pada hari Selasa tanggal 28 Juli 2009 secara resmi Blogshoppun di buka bertempat di Laboratorium Komputer Universitas Muhammadiyah Malang. Secara sudah janjian dengan Sandy via sms untuk invasi ke sana bareng, maka tepat jam 8 pagi kita menuju ke tekape. Rupanya utusan dari Jakarta kali ini berjumlah 4 borang ditambah perwakilan dari dubes embassy. Mereka adalah mas Iman Brotoseno, Hanny Kusumawati, Fany Ariasari, Anandita Puspitasari, dan tentu saja Chika Nadya :D, eh ketinggalan, Mr. Tristam Perry.

Uwoke, setelah selesai ini dan itu sampailah saya dan sandy di American Corner dan segera disuguhi makanan ringan, tak apalah menunggu para pembesar dateng. Setelah semua dateng maka acarapun segera di mulai, para peserta yang berjumlah 40 orang ini dengan semangat menyimak acara blogshop, meskipun sambutan dari koneksi benwit yang lemot luar biadab dan agak erot-erot dikit tapi tak menyurutkan niat mereka untuk ngeblog.

lab.kom UMM

Nah setelah acara sudah berjalan setengah perjalanan, maka saatnya makan siyang..sepertinya dari makan siyang inilah timbul bibit-bibit narsis yang di tumpahkan dalam gathering malam harinya…..

lunch_with_wongsolo

foto_lagi_lunch

foto_lagi_lunch_2

Okeh setelah itu kita lanjut ke dalam ngasih sharing. Ruuuupaaaaannnyyyaaaa, dari sinilah sudah tercium gelagat anak-anak akan mengerjain sayah dengan salah satu blogger dari Jakarta, dan ternyata desas desuspun sudah mewabah ke seantero Blogger Ngalam (*PLAAAAKKKKKK satu-satu*)…..okeh singkat cerita, kita akan segera masuk ke gathering. Setelah tiba dirumah sayapun sudah tepar part one…dikarenakan cuapek bo’ di UMM, maka sayapun ingin tidur sejenak…zzzz….zzzz…..zzzz….and ternyata jam sudah menunjukan pukul 18.00 wew….telat ( *tepok jidat* ) gue padahal acaranya jam 18.30….tidaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkk, mandi, sholat, bernagkat. Kali ini gathering dan kopdar bertempat di KPB, apa itu KPB? googling sajalah… big grin …dimana KPB itu? buka googlemap nak!!! big grin

Dan seperti yang sudah-sudah, kopdar kali ini,,,,,eh wait….ternyata pesertanya membludak, memecahkan rekor Kopdar Halal Bi Halal, WOW INI PASTI BISA DI MASUKAN KE MURI, setelah grepe-grepe dan bla…bla…bla…..maka aLe menyumbangkan suara e-goldnya khikhikhikhi. Nah dari sesi perkenalan ini, muncul nama-nama baru blogger di dunia perblogan, dan rupanya desas-desus untuk ngerjain saya sudah mulai diangkat kali ini…..saatnya yang ditunggu-tunggu, *NARSIS MODE ON* mendadak fajar embun menjadi fotgrafer panggilan mengalahkan cowok panggilan tante-tante…..

bloggerngalam

heheheh

Ternyata, desas-desespun sudah beredar, dan akhirnya di blow up…..daripada dibilang cemen, ciken, atau apalah gitu, okeh…..dan fajar embun sebagai cowok panggilan.,……eh salah fotografer dadak panggilan saya panggil..*pasang wajah beton* *tameng anti linggis*

foto_edyan

Dan foto ekslusip dengan chika karena “kerjaan” anak-anak edan itupun berhasil dengan sux ses (hai kalian…tunggu pembalasan sayah….). Ok, kita lanjut lagi, akhirnya semua sudah rada-rada tepar mengingat fullnya kegiatan hari selasa itu, akhirnya tibalah waktu untuk berpisah…eit…apakah benar berpisah???? ternyata tidak, NARSIS DI TUGU BALAIKOTA MALANG!!!!!!!!!!!!!!

balkot

Dan setelah itu lahirlah sebuah istilah baru di dunia Blog Indonesia mungkin…….yaitu…”No Drak”, yang berarti tidak ada gelap…ALIAS FOTONYA BAGUS WAKAKAKAKAKAKKAKAKA……demikiyan…sekiyan…terima kasih….*tepar part deux*

DISKLEMER: FOTO DIATAS TIDAK ADA LINKNYA KARENA ITU SAYA COPY DARI HARDIS DAN MEMORY CARDNYA FAJAR EMBUN DAN SANDY!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Older Posts »